RAIH KESUKSESAN LEWAT MEMBACA

DR. dr. Damayanti Rusli Sjarif, Sp.A (K),
pengasuh rubrik Tanya Jawab Gizi Anak

RAIH KESUKSESAN LEWAT MEMBACA

Buku adalah gudangnya ilmu, sementara membaca adalah kuncinya. Pepatah itu dicamkan betul oleh perempuan kelahiran Padang, 30 Januari 1959 ini. Sejak kecil, Damayanti selalu dibiasakan orang tuanya untuk membaca berbagai macam buku. Lewat membacalah seseorang bisa memperkaya wawasan, memperdalam ilmu, dan memperluas pengetahuan. Tidak usah heran, hobi itu membuatnya sukses merengkuh dunia pendidikan. Saat memasuki jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), misalnya, Damayanti pernah menjadi pelajar teladan tingkat SMP se-Kodya Bandung dan Provinsi Jawa Barat pada tahun 1974.

Saat menginjak jenjang perguruan tinggi, hobi membacanya tidak pernah surut. “Saya biasa membaca buku dan koran apa saja. Sampai tulisan koran yang nyempil di sudut halaman pun tak akan luput dari mata.” Kebiasaan itu pula yang membuatnya menyelesaikan studi dengan baik di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) pada tahun 1983. Setelah itu, ketika ditugaskan di Nusa Tenggara Timur, lagi-lagi Damayanti meraih penghargaan sebagai dokter teladan puskesmas di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Meski sudah menjadi dokter, Damayanti tidak pernah puas. Ia kembali melanjutkan studinya dengan mengambil spesialis anak di FKUI. Lalu mengambil fellowship in pediatric metabolic diseases untuk mendapatkan brevet sebagai konsultan (kinderarts metaboleziekten) sekaligus menyelesaikan program doktor di bidang penyakit metabolik tahun 1996-2000 di Universiteit Utrecht, Belanda. “Saya terinspirasi dengan perjuangan keluarga Odone beserta beberapa dokter dan ilmuwan untuk menguak misteri penyakit yang diderita Lorenzo Odone hingga ditemukannya Lorenzo Oil yang selanjutnya berkembang pada terapi DHA-AA pada penyakit metabolik peroksisomal. Saya jadi terpacu mempelajari penyakit metabolik atau yang dikenal sebagai inborn errors of metabolism.”

Dengan mendalami penyakit metabolik, kita dapat mengenal fungsi zat-zat gizi sampai ke tingkat paling dasar yaitu molekuler (nutrigenomic dan nutrigenetic). Selanjutnya mengaplikasikan pengetahuan itu untuk memberikan terapi nutrisi secara rasional.”

Kenapa tertarik pada nutrisi anak? Damayanti beralasan, banyak manfaat yang didapat dengan mempelajari nutrisi. “Orang bisa meramalkan penyakit yang mungkin timbul dari nutrisi yang dimakan. Mencegah dan mengobati penyakit pun bisa dilakukan lewat pengaturan asupan nutrisi yang disesuaikan dengan pola genetik seseorang (nutrigenetic).”

Selain itu, berbeda dari spesialisasi ilmu kedokteran lain, dengan mempelajari ilmu nutrisi, seseorang dipaksa untuk mempelajari ilmu-ilmu kedokteran lainnya agar dapat memberikan terapi nutrisi yang tepat pada pelbagai penyakit. “Misalnya untuk memberikan terapi nutrisi yang tepat bagi penderita penyakit jantung, dituntut pengetahuan yang cukup tentang penyakit jantung, perubahan metabolisme yang diakibatkan oleh penyakit serta obat-obat yang diberikan, kemudian baru ditentukan jenis nutrisi yang tepat. Hal ini juga berlaku jika merancang terapi nutrisi untuk penyakit ginjal, pencernaan dan sebagainya, bahkan untuk tumbuh-kembang anak,” tutur dokter yang juga menyukai musik dan hobi travelling ini.

Ipoel. Foto: Agus/nakita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: